SME Creative Center : Wadah Digital Creative Indonesia
Date: 15.Jun.2011 14:56:30
Indonesia juga dikenal dengan negara yang kreatif, namun dari banyaknya kreativitas yang ada, tidak semuanya tertampung dalam satu wadah. Demi mendorong, menggali dan menumbuhkembangkan kreativitas di Indonesia, Telkom membuat sejumlah creative center di berbagai tempat dan Bandung adalah kota kesembilan yang memiliki creative center yang dibangun Telkom. Adalah Telkom – ITB SME Creative Center yang terletak di lingkungan kampus ITB, Jl. Ganesha Bandung, kini telah diresmikan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Tifatul Sembiring, Selasa (14/6). Peresmian dilakukan dengan menekan tombol sirine yang disaksikan Dir EWS, Arief Yahya (AY), EGM DBS, Slamet Riyadi, Rektor ITB, Prof. Dr. Akhmaloka dan sejumlah undangan, baik dari Telkom, ITB, Pemerintah, Kreator, maupun masyarakat. Dalam sambutannya, Rektor ITB mengatakan bahwa SME Creative Center ini adalah bukti nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, kalangan dunia usaha, dan pemerintah. Tumbuh dan hidupnya creative center diharapkannya akan semakin mewujudkan techno park di Indonesia. Ia mengibaratkan bahwa SME Creative Center merupakan sebuah telur yang akan menetaskan techno park. Secara konsep umum, creative center yang diselenggarakan oleh Divisi Business Center ini diperuntukkan bagi pusat communication, community, dan commerce. “Kita ingin mendorong dan mewadahi komunitas kreatif dan mereka dapat bertransaksi (commerce) di sini (Telkom – ITB SME Creative Center),” demikian disampaikan oleh Dir EWS. Dalam kesempatan itu pula Telkom bekerjasama dengan ITB dalam hal memacu industri kreatif. Disadarinya, ITB dikenal sebagai salah satu center of excellence di Indonesia dan berkompeten serta kreatif. Atas dasar itulah ia mengatakan, Telkom menggandeng ITB, dan kreatif di sini dalam arti digital creative. “Tugas ITB adalah mendesain hingga proses produksi. Sementara Telkom -melalui SME Creative Center, akan berperan dalam hal pemasaran produk secara national wide dan world wide. Untuk sementara ini kerjasama hanya menampung 5 bidang kreatif, yaitu dimulai dari yang terbesar; games, interactive tv, music, animasi, dan software,” paparnya lebih lanjut. Ia menekankan bahwa karena Telkom juga berorientasi ekonomi maka hanya research yang bisa dipasarkanlah yang dibiayai SME Creative Center ini. “SME Creative Center hanya akan membiayai kegiatan-kegiatan yang hanya bisa dipasarkan,” tegasnya. AY menambahkan, riset-riset tersebut juga harus memenuhi criteria yang dikenal dengan 3S, yaitu, size market, skill, dan sustain. “Produk-produk yang masuk ke SME Creative Center ini adalah produk yang memiliki size market yang cukup besar, adanya skill untuk membuatnya, karena yang bertanggung jawab dan bekerja adalah ITB, kemudian sustain. Kami ingin membentuk UKM yang betul-betul committed (kepada Telkom–red),” AY mengulas. Dari kriteria tersebut maka diputuskan sementara akan men-display desain produk dari 3 industri; craft (diwakili kerajinan bambu), furniture (diwakili rotan) dan fashion. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama antara Telkom – ITB mengenai hal ini yang dilakukan oleh Arief Yahya perwakilan dari ITB, Prof.Dr. Suhono Harsosupangkat, Sementara itu dalam pembukaanya, Menkominfo sangat mengapresiasi dibentuknya creative center ini. Dijelaskannya, creative center ini merupakan satu ruang, peluang dan payung bagi kreativitas. Disampaikannya, sebuah kreativitas lahir dari proses. “Kreativitas diawali dengan goresan (terbetik di pikiran), kemudian menjadi ide, cita-cita, dan menguat menjadi niat, lalu mulai melakukan meski belum berwujud (produk –red), dan berujung pada amal atau kreativitas itu sendiri. Jadi, perjalanan suatu kreativitas / ide bukanlah suatu hal yang sangat sederhana tapi melalui berbagai tahapan,” ujarnya. Ia sendiri menyayangkan fenomena “Lautan Darwin” di Indonesia. “Banyak riset yang dihasilkan oleh graduated kita baik S1, S2, maupun S3, tapi tenggelam di Lautan Darwin karena tidak ada follow up. Jangan hanya follow up tapi follow trough,” ujarnya. Dalam kesempatan ini Tifatul juga memberikan definisi kreativitas baginya. “Kreativitas itu harus memenuhi 3B, yaitu baru, beda, dan bermanfaat,” papar beliau. Menkominfo juga berharap bahwa hadirnya creative center ini mampu memunculkan para content creator dalam hal konten tayangan. “Telkom punya IPTV, I know that, tapi apakah konten-konten dalam IPTV tersebut dari Indonesia? Semoga ke depannya akan ada content yang made in Indonesia,” pungkasnya.
Views : 318 times
|
Competition Categories Mobile (Application & Content)
Web Based (Application & Content)
Business Application
Animation & Digital Comic
|