Santri Indigo di Garut
Date: 25.May.2010 10:14:04
Telkom Indonesia menyelenggarakan pelatihan Santri Indigo bagi komunitas pesantren, pada 18 dan 19 Mei 2010 di Pondok Pesantren Kresek, Cibatu, Kabupaten Garut. Santri Indigo merupakan program unggulan Telkom yang memfasilitasi para santri dari pondok pesantren melakukan dakwah di dunia maya. Melalui program tersebut Telkom memfasilitasi dan melatih pemahaman serta keterampilan para santri dalam memanfaatkan kemajuan di bidang ICT, termasuk misalnya membuat dan mengelola blog. Dalam pelatihan ini para santri diberi motivasi dan pengetahuan tentang manfaat Internet untuk berdakwah, belajar cara akses Internet, belajar bagaimana menggunakan Internet, belajar membuat web blog di Internet yang pada target akhir akan digunakan untuk berdakwah di dunia cyber. Para peserta dan alumni kegiatan tersebut diberi sebutan Santri Indigo, yaitu santri yang berkarya dan berbudaya digital, mengedepankan mentalitas positif dalam mencipta dan berkarya, dan membina silaturahim dengan membentuk Indonesia Digital Community (Indigo). Program Santri Indigo berawal pada tahun 2008 dan telah dilaksanakan di sebelas pondok pesantren yaitu Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Depok, Pondok Pesantren Al-Ikhsan Balendah Bandung, Pondok Pesantren Daar-El Qolam Tangerang Banten, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis Jawa Barat, Pondo Pesantren Kempek Palimanan-Cirebon, Pondok Pesantren Alquran KH Abdullah Syafi’ie, Pulo Air, Sukabumi Jawa Barat, Pondok Pesantren Yayasan Ali Maksum – Krapyak- DI Yogyakarta, Pesantren Attaqwa Bekasi Jawa Barat, Pondok Pesantren Modern Al-Quran Pekalongan, Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Pondok Pesantren Al-Ittihaad Purwokerto. Mengapa harus santri? Pondok Pesantren merupakan sekolah plus, selain pendidikan umum para santri juga mendapat pendidikan keagamaan, artinya para santri memiliki ilmu yang lebih dibanding sekolah umum. Di samping itu para santri telah dibekali dengan ilmu keagamaan dan akhlak yang cukup sehingga ketika diberi ‘pisau Internet’ para santri dapat memilah dan memilih mana yang bermanfaat dan yang mudharat. Masuknya Internet di pondok pesantren untuk menunjukkan bahwa santri mampu berkarya dan menerima modernisasi untuk kegiatan dakwah yang mendunia. Pelatihan yang bertajuk Internet Pesantren Wahana Syiar Digital ini telah menghasilkan alumni sebanyak 1.150 santri Indigo yang terbagi dalam sebelas angkatan. Setiap angkatan diikuti oleh 75 sampai 100 peserta terdiri dari 60 santri dan sisanya ustadz sebagai pembimbing yang berasal dari 30 pesantren dan sekolah Aliyah di kota-kota yang terpilih menjadi tuan rumah. Pelatihan ini selalu diawali dengan motivasi yang diberikan oleh para tokoh yang bisa memberi semangat dan wawasan teknologi kepada santri tentang pentingnya Internet untuk dakwah yang global. Di Depok misalnya, walikota Depok H Nurmahmudi Ismail memberi motivasi kepada para santri untuk berdakwah di dunia Internet. Di Ciamis, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendorong agar santri tidak gagap teknologi dan dapat mengikuti teknologi mutahir Internet. Di Pesantren Kempek – Palimanan Cirebon, Prof Jimly Assidiqi disamping memberi wawasan tentang teknologi cyber juga memamerkan bagaimana kepiawaiannya dengan teknologi Internet, bahkan secara rutin mantan ketua Mahkaman Konstitusi ini memberi kuliah kepada mahasiswanya yang ada di seluruh indonesia secara online melalui jalur Internet. CIO Telkom, Indra Utoyo sering hadir untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sebagai orang yang mendapat kepercayaan mengembangkan teknologi informasi di Telkom, ia tidak hanya memberi wawasan mengenai teknologi tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif.
link: http://plasaindigo.com/2010/05/santri-indigo-di-garut/
Views : 142 times
|
Competition Categories Mobile (Application & Content)
Web Based (Application & Content)
Business Application
Animation & Digital Comic
|